IHSG Menguat Jelang Rilis Data Keyakinan Konsumen

Kamis, 05 Oktober 2017 | 15:11
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID-Rupiah menguat terhadap Dolar di hari Rabu dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lebih tinggi di saat investor bersiap menyambut laporan keyakinan konsumen yang akan dirilis pada hari Kamis. Sentimen terhadap ekonomi Indonesia dapat semakin membaik apabila laporan keyakinan konsumen bulan September mengisyaratkan peningkatan stabilitas ekonomi. 


Rupiah menguat terhadap Dolar pada perdagangan hari Rabu. USDIDR bergerak di kisaran 13475 pada saat laporan ini dituliskan. Dolar berpotensi menguat apabila NFP hari Jumat melampaui estimasi pasar. Oleh sebab itu, mata uang pasar berkembang masih menghadapi risiko penurunan di jangka pendek. ”Trader teknikal akan sangat memperhatikan apakah USDIDR dapat bertahan di atas 13450 pekan ini,” kata Research Analyst FXTM Lukman Otunuga.

Sterling terangkat pada hari Rabu setelah sektor jasa Inggris mengalami akselerasi di luar dugaan di bulan September sehingga sedikit meredam kekhawatiran terkait keadaan ekonomi Inggris Raya. PMI sektor Jasa Inggris melampaui estimasi pasar di bulan September dan meningkat dari 53.2 di bulan Agustus menjadi 53.6.

Kebangkitan sektor jasa ini menggembirakan dan dapat mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga Inggris, namun masih ada kekhawatiran mengenai perlambatan sektor manufaktur dan kontraksi sektor konstruksi. Sentimen terhadap Sterling tetap rapuh terlepas dari apresiasi hari ini. Sterling dapat semakin melemah apabila ketidakpastian Brexit merusak ketertarikan investor terhadap mata uang ini.


”Sehubungan dengan ketidakpastian, lambatnya kemajuan diskusi Brexit memicu kegelisahan pasar. Kegelisahan ini dapat terefleksikan pada aksi harga Sterling secara umum dan GBPUSD berada di bawah 1.3300 pada saat laporan ini dituliskan. Dari sudut pandang teknikal, kurs mata uang ini tetap tertekan pada grafik harian.  Level support sebelumnya di sekitar 1.3300 dapat berubah menjadi resistance dinamis yang membuka jalan menuju penurunan lebih lanjut ke 1.3150,” katanya.

Minyak mentah WTI mengalami tekanan jual pekan ini karena investor mulai mempertanyakan keberlanjutan reli minyak yang berlangsung selama sebagian besar kuartal ketiga. Peserta pasar yang mencari peluang untuk menekan harga komoditas ini mendapat celah di hari Selasa setelah estimasi industri mengenai persediaan AS memberi hasil yang bervariasi.  

Menurut Lukman, persediaan minyak mentah AS menurun 4.08 juta barel pekan lalu sementara API melaporkan di hari Selasa bahwa pasokan BBM meningkat 4.91 juta barel. Kenaikan pasokan BBM ini memperburuk kekhawatiran oversuplai.

Investor akan terus memantau isyarat apakah OPEC akan memperpanjang pemangkasan produksi setelah tanggal akhir saat ini yaitu Maret 2018. Perpanjangan kesepakatan ini dapat mendukung harga minyak, namun juga mendorong produsen minyak serpih AS untuk meningkatkan produksi. Di kuartal terakhir 2017 ini, pasar minyak dapat menghadapi risiko penurunan apabila kenaikan produksi Amerika Serikat mengganjal upaya OPEC untuk menyeimbangkan pasar minyak yang telah jenuh.

”Dari sudut pandang teknikal, minyak mentah WTI mengalami tekanan jual pada grafik harian. Penurunan berulang kali di bawah USD50 dapat menyebabkan depresiasi lebih lanjut menuju USD49.50 kemudian USD48.50,” katanya.(wsa)

 

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%