Pertumbuhan Minus 2,79 Persen, Setoran Pajak Tak Mungkin Capai Target

Selasa, 10 Oktober 2017 | 08:57
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID– Pemerintah dipastikan gagal memenuhi target penerimaan pajak tahun ini. Dengan waktu tersisa tiga bulan atau hingga September ini, pemerintah baru mengumpulkan 60 persen dari target atau Rp 770,7 triliun. Padahal, target sesuai APBN 2017 adalah Rp 1.283,5 triliun.

Direktur Potensi, Kepatuhan, dan Penerimaan Pajak Ditjen Pajak Kemenkeu Yon Arsal mengakui, dengan periode yang sama tahun lalu, total penerimaan tahun ini lebih rendah. Tahun lalu, pemerintah mampu menyedot Rp 791,9 triliun. ”Ini artinya pertumbuhan minus 2,79 persen,” kata Yon Arsal, Senin (9/10)

Menurutnya, penerimaan pajak di luar PPh migas mencapai Rp 732,1 triliun atau 59 persen dari target APBNP 2017 dengan pertumbuhan minus 4,70 persen secara year-on-year. Perinciannya, PPh nonmigas Rp 418 triliun atau 56,3 persen dari target APBNP 2017 dengan pertumbuhan minus 12,32 persen dari periode tahun sebelumnya. Sementara itu, PPN dan PPnBM tercatat Rp 307,3 triliun atau 64,6 persen dari target APBNP 2017 dengan pertumbuhan 13,70 persen year-on-year.

Yon menuturkan, penerimaan pajak per September tumbuh negatif karena adanya penerimaan yang tidak berulang. Yakni, uang tebusan & PPh final revaluasi. Selain itu, hal tersebut disebabkan adanya perbedaan waktu pencairan PBB & PPh DTP (ditanggung pemerintah) yang nilainya signifikan. Dia menegaskan, sebenarnya pajak pada periode Januari–September tahun lalu hanya tumbuh 58 persen dari target.

Yon menegaskan bahwa pemerintah akan berupaya keras untuk mengejar sisa penerimaan 40 persen atau sekitar Rp 500 triliun hingga akhir tahun. Dia menyatakan, beberapa upaya yang akan dilakukan pemerintah, antara lain, memperkuat upaya pemeriksaan dan ekstensifikasi. ”Kami menggali apa yang sudah ada (data wajib pajak, Red) dan tindak lanjut setelah tax amnesty,” imbuhnya.

Sementara itu, Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi mengaku masih optimistis target penerimaan pajak tahun ini tercapai. ”Maka, saya minta eselon II sampai jam 10 malam (kerja),” ujarnya di gedung Ditjen Pajak, Senin (9/10.

Pakar perpajakan Yustinus Prastowo memaparkan, pemerintah akan sulit mencapai target penerimaan pajak tahun ini. Menurut dia, realisasi penerimaan pajak per September ini tidak jauh dari prediksinya. Namun, hingga akhir tahun, dia memprediksi realisasi penerimaan pajak hanya mencapai 89–92 persen. ”Artinya, tidak akan tercapai meski secara nominal tetap ada kenaikan. Tapi, pertumbuhannya tidak cukup menunjang kebutuhan,” jelasnya kepada koran ini kemarin. (ken/pus/c16/sof/Jawa Pos/JPG)

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
100%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%