Go Publik, GMF Berburu Investor Global

Rabu, 11 Oktober 2017 | 15:55
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share

INDOPOS.CO.ID - Empat perusahaan global berebut menjadi investor strategis Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMFI). Itu ditunjukkan dengan mengirim surat tanda keseriusan kepada perseroan. Kalau skenario itu tidak meleset, anak usaha Garuda Indonesia (GIAA) tersebut berpotensi mendapat limpahan dana taktis sejumlah Rp 2,5 triliun.

Kalkulasi itu berasal dari pelepasan 20 persen saham kepada investor strategis pada banderol harga minimal Rp 400 per lembar. Porsi itu di luar jumlah saham yang dijajakan kepada publik melalui hajatan initial public offering (IPO). ”Harga saham untuk investor strategis setara dengan banderol saat IPO,” tutur Direktur Utama GMF AeroAsia, Iwan Joeniarto belum lama ini.

Dipinang 4 perusahaan asing tidak membuat GMF tersanjung. Manajemen masih menunggu penawaran sejumlah perusahaan lain dengan niat serupa. Transaksi penjualan saham kepada investor strategis diproyeksi tuntas dipenghujung tahun ini. Kalau transaksi itu meleset, GMF akan kehilangan momen. ”Ya, mudah-mudahan akhir tahun ini rampung. Dengan banyak kontestan dan peminat terlibat, akan mempercepat proses transaksi,” imbuh Iwan.

GMF juga membuka ruang perusahaan asing dengan brand image dan nama internasional untuk menjadi pemegang saham. Calon investor strategis tidak harus dari sektor MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul). ”Pendeknya, investor strategis tidak boleh konflik bisnis dengan GMF,” tukas Iwan.

Perseroan telah meneken nota kesepahaman (memorandum of understanding/ MoU) dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Australia. Selanjutnya, tengah menjajaki kerja sama ekspansi di Korea Selatan (Korsel) dan Vietnam. Perseroan juga segera meningkatan kapabilitas dalam bidang airframe, component dan engine pesawat. Kemudian, memperbarui teknologi dan peningkatan skill tenaga ahli GMF untuk mendongkrak daya serap perusahaan secara organik.

Tahun ini, perusahaan mematok pendapatan USD 424 juta, meningkat 9 persen dari realisasi tahun lalu USD 389 juta. Manajemen optimistis, proyeksi itu bakal terealisasi mengingat setiap tahun pendapatan tumbuh 9-10 persen.

Pada ajang IPO, GMF melepas 2,8 juta saham baru atau 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh pada harga Rp 400 per lembar. Dengan skema harga itu, GMF sukses mengoleksi dana segar Rp 1,129 triliun. Permitaan atas saham perdana mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) 2,6 kali. Sekitar 60 persen dana hasil IPO untuk mendanai investasi GMF dalam rencana ekspansi, sekitar 15 persen untuk refinancing, dan dana sisa untuk kebutuhan modal kerja.

Manajemen mengklaim, go public merupakan langkah strategis untuk mewujudkan visi menjadi Top10 MRO in The World dengan revenue mencapai USD 1 miliar pada 2021 dan mendukung perekonomian Indonesia. Rencana ekspansi domestik dan global, GMF siap menjadi kebanggaan bangsa dan memberi kontribusi pada negara. Melalui pengembangan usaha, perusahaan akan meningkatkan investasi, membuka lapangan pekerjaan dan, membayar pajak lebih banyak.

GMF mempunyai catatan historis baik hingga tahun lalu. EBITDA margin GMF tercatat 26 persen, salah satu tertinggi di industri MRO. Pertumbuhan pendapatan secara konsisten mencapai dua digit 3 tahun terakhir, dengan 27,18 persen sejumlah USD 389 juta, dan laba bersih USD 57,7 juta. Berdasar pendapatan, GMF menduduki posisi 13 perusahaan MRO di dunia.

Industri MRO merupakan industri menarik dan relatif aman terhadap perubahan kondisi ekonomi. itu karena perawatan dan reparasi pesawat merupakan hal vital dan wajib dilakukan secara rutin oleh seluruh maskapai penerbangan di luar kompetisi pasar antar maskapai. Bisnis MRO cukup menguntungkan dengan margin laba mencapai dua digit. Dan, tahun lalu, GMF mencatat pertumbuhan margin laba 15 persen.

GMF merupakan market leader Indonesia dan salah satu pemain utama Asia. Berdasar riset Canadian Association of Marketing Research Organizations (CAMRO), kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah (Timteng) bakal mengalami kenaikan jumlah armada pesawat dan pertumbuhan MRO tertinggi. Di mana, pangsa pasar MRO domestik mencapai USD 1 miliar dan dapat tumbuh 11 persen. Hal tersebut sejalan dengan wilayah fokus utama ekspansi GMF, dan tema strategis GMF untuk menjadi Total Solutions Provider, yang memberikan layanan terintegrasi untuk seluruh kebutuhan kostumer. (far

Perusahaan Asing Yang Melirik Saham Gmf

1.Uni Emirat Arab (UEA) telah terjadi nota kesepahaman

2. Australia telah terjadi nota kesepahaman

3. Korea Selatan (Korsel) kerja sama ekspansi

4. Vietnam kerja sama ekspansi di

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%