Atisipasi Lonjakan, PKT Pasok Pupuk Lebihi Angka Kebutuhan

Kamis, 12 Oktober 2017 | 08:15
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
NGEBUL: Pabrik Pupuk Kalimantan Timur di Bontang tampak dari kejauhan. Foto: Prokal

INDOPOS.CO.ID- Memasuki musim tanam yang berlangsung Oktober hingga Maret, PT Pupuk Kaltim meningkatkan pasokan pupuk untuk mengantisipasi lonjakan permintaan. Saat ini, perusahaan pelat merah itu menyediakan stok urea subsidi 221.096 ton dan NPK subsidi 29.387 ton.

Pasokan tersebut disebar di gudang pabrik, gudang provinsi, dan gudang kabupaten. Dari data yang diberikan, sampai awal Oktober, PKT telah menyalurkan 1,01 juta ton urea subsidi dan 144.304 ton NPK subsidi di wilayah distribusinya. Masing-masing setara dengan 93 persen dan 111 persen Alokasi SK Menteri Pertanian.

Adapun serapan urea tertinggi berasal dari Jawa Timur, dengan jumlah konsumsi sebanyak 481.912 ton. Sedangkan serapan NPK tertinggi berasal dari Kalimantan Barat, dengan jumlah konsumsi sebanyak 52.926 ton.

Superintendent Publikasi dan Dokumentasi PKT, Sugeng Suedi mengatakan, peningkatan pasokan melebihi ketentuan alokasi ini bertujuan mengamankan kebutuhan dan mencegah terjadinya penyimpangan penyaluran di lapangan. “Untuk Kaltim, selama dua minggu pertama kami pasok pupuk melebihi stok normal. Stok urea mencapai 1.524 ton dari 605 ton alokasi SK Mentan per bulan. Sedangkan NPK 2.348 ton dari 1.524 ton pasokan rata-rata,” jelas Sugeng Suedi kepada Kaltim Post (INDOPOS GROUP).

Menurutnya, penyaluran stok pupuk subsidi akan disesuaikan dengan kebutuhan tiap bulannya. Apabila permintaan melebihi kuota alokasi yang ditentukan kementerian, perseroan berkomitmen untuk tetap memenuhi kebutuhan petani. Total, hingga awal Oktober PKT telah menyalurkan urea subsidi sebanyak 12.842 ton dan NPK 22.631 ton, masing-masing setara dengan 97 persen dan 95 persen dari kuota alokasi SK Mentan.

Lebih lanjut, untuk menjaga keamanan stok, pengadaan pupuk tak hanya dipasok dari pusat produksi. Namun, juga dari beberapa pusat distribusi yang tersebar di Surabaya, Banyuwangi, Semarang, dan Makassar. (aji/man/k15/JPG)

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%