Harga Garam Masih Tinggi

Jumat, 13 Oktober 2017 | 06:00
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID– Harga jual garam di tingkat petani pada musim panen tahun ini terbilang tinggi jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada musim panen terakhir, yaitu 2015, garam petani hanya dibanderol Rp 500–700 per kg. Kini, harganya stabil di kisaran Rp 1.900–2.100 per kg.

Ketua Himpunan Masyarakat Petani Garam (HMPG) Jatim M. Hasan menyatakan, terbentuknya harga garam tersebut tidak terlepas dari efek paceklik tiga sampai empat bulan lalu. Saat itu, harga garam bisa mencapai Rp 4 ribu per kg. Akibatnya, harga jual garam oleh pabrikan juga melonjak. ’’Tapi, dampak harga tersebut ke konsumen tidak terlalu signifikan,’’ kata M Hasan, Kamis (12/10).

Nah, ketika harga di pasaran telanjur tinggi, pabrikan memilih untuk menyesuaikan harga beli dari petani. Jadi, sekarang harga garam yang diterima petani naik hampir tiga kali lipat jika dibandingkan dengan dua tahun lalu. Harganya menyesuaikan dengan kualitas garam. Sementara itu, perhitungan harga garam sampai di gudang pabrik Rp 2.100–2.400 per kg. Salah satunya terkait biaya angkut.

’’Mudah-mudahan harga yang terbentuk sekarang bisa menjadi acuan pemerintah bila akan menetapkan HPP (harga pembelian pemerintah),’’ tuturnya. Sebab, sebenarnya, HMPG telah mengusulkan harga terendah untuk HPP, yaitu Rp 1.500 per kg. Tingginya harga mengikuti kualitas garam.

Hingga kini, panen di sentra-sentra garam terus berlangsung. Mulai empat kabupaten di Madura hingga sentra garam di Sidoarjo dan Pasuruan. ’’Hujan beberapa waktu lalu sempat berdampak pada sentra di Bangkalan dan Sampang. Tapi, sekarang mulai panen kembali,’’ terang Hasan.

Proyeksi produksi garam tahun ini ditargetkan 1,1–1,2 juta ton. Target tersebut hampir sama dengan realisasi pada 2015, yaitu 1,1 juta ton. Sementara itu, pada 2016, Jatim mengalami gagal panen. HMPG Jatim optimistis target tersebut bisa tercapai. ’’Selain cuaca, didukung dengan pemakaian teknologi geomembrane,’’ ujarnya. 

Direktur Produksi PT Garam Budi Sasongko menjelaskan, tingginya harga garam tidak terlepas dari pengaruh anomali cuaca yang terasa hingga tahun ini. Misalnya, di sentra produksi di Tuban dan Cirebon. Meski demikian, dia menegaskan, tidak ada lagi kelangkaan garam seperti beberapa bulan lalu. ’’Stok garam impor kami juga mulai didistribusikan. Sekarang stok garam impor di Jawa sekitar 30 ribu ton,’’ ucapnya. (res/c18/sof/JPG)

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%