Saham Indonesia Melesat ke Level Tertinggi

Rabu, 25 Oktober 2017 | 21:59
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID-Saham Indonesia melejit ke rekor level tertinggi baru karena reli saham pertambangan batu bara. Membaiknya sentimen terhadap ekonomi Indonesia sepertinya berperan terhadap reli hebat ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai rekor level tertinggi yaitu 5969.021. Terkait prospek forex, Rupiah sedikit menguat terhadap Dolar dan USDIDR bergerak mendekati 13530. Trader teknikal akan memperhatikan apakah Rupiah yang menguat membuka jalan menuju 13500.

”Perhatian akan tertuju pada laporan investasi langsung asing diharapkan menjelaskan seberapa banyak investasi asing yang masuk ke Indonesia pada kuartal ketiga 2017. Data positif akan sangat menggembirakan dan meningkatkan keyakinan terhadap Indonesia,” kata Research Analyst FXTM Lukman Otunuga.

Pasar finansial relatif sepi di hari Selasa karena investor waspada menghadapi berbagai peristiwa risiko penting di pekan ini. Saham Asia sebagian besar menguat, sedangkan saham Eropa berusaha mencari arah di tengah meningkatnya drama politik Spanyol.

Menurut Lukman, Mario Draghi akan menjadi perhatian di hari Kamis dan voting di dewan negara Spanyol tentang kemerdekaan Catalonia akan digelar hari Jumat, jadi sepertinya volatilitas akan sangat meningkat. Presiden AS Donald Trump juga akan mengumumkan nominasi ketua dewan gubernur Fed pekan ini. ”Saya kira, kejutan dari Trump mengenai nominasi ini akan membuat gelombang di seluruh pasar,” katanya.

Lukman melihat, Pound melemah terhadap Dolar di hari Selasa karena ketidakpastian apakah Bank of England akan meningkatkan suku bunga Inggris pada rapat kebijakan November. Berbagai rintangan dalam negosiasi Brexit juga berperan penting dalam kesulitan yang dihadapi Pound.

Harga berada di kisaran 1.3160 pada saat laporan ini diturunkan. Perhatian investor akan tertuju pada data PDB awal Inggris Raya di hari Rabu yang diperkirakan menunjukkan bahwa ekonomi tumbuh 0.3 persen pada kuartal ketiga 2017. Data di bawah estimasi pasar akan memperburuk posisi Pound.

”Dari sudut pandang teknikal, GBPUSD tetap tertekan di rentang waktu harian. Breakdown dan penutupan harian di bawah 1.3150 dapat menyebabkan penurunan lebih lanjut menuju 1.3050. Bitcoin melemah di bawah USD5600,” katanya.

Karena versi alternatif Bitcoin lainnya yang dilabeli Bitcoin Gold telah masuk ke arena, bulls mungkin merasa terancam. Ini adalah kali kedua Bitcoin mengadakan forking, dan jika ini menjadi sesuatu yang sering dilakukan, kesabaran investor mungkin akan diuji.

”Dari sudut pandang teknikal, Bitcoin masih memenuhi persyaratan tren bullish pada grafik harian karena secara konsisten level tertinggi yang lebih tinggi dan level terendah yang lebih tinggi. Bulls harus kembali melampaui USD6000 agar harga dapat menuju USD6200. Di skenario alternatif, penurunan berkelanjutan di bawah USD5400 dapat membuka jalan menuju USD5200,” tutupnya.

 

Penulis : Wahyu Sakti Awan Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%