Fokus Pengendalian Utang, PP Properti Turunkan Capex 2018

Rabu, 01 November 2017 | 08:10
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID-Pengembang properti terkemuka di tanah air PT PP Properti Tbk (PPRO) kini fokus kepada pengelolaan utang yang makin kuat untuk memastikan neraca yang tetap solid ke depan. Salah satu caranya adalah dengan menganggarkan belanja modal (capital expenditures/capex)  yang lebih rendah pada 2018. 

Menurut Taufik Hidayat, Direktur Utama PPRO, untuk tahun depan, pihaknya mengalokasikan capex pada kisaran Rp1,8 – Rp2 triliun. Capex tersebut akan fokus digunakan untuk pengembangan lahan karena cadangan lahan (landbank) yang dimiliki Perseroan sudah cukup besar.

Per September 2017, PPRO memiliki cadangan lahan sebanyak 100 hektar (ha). Itu mencapai 50 persen dari target cadangan lahan Perseroan sebesar 200 ha hingga akhir tahun 2017.

”Akuisisi lahan di tahun 2018 hanya akan bersifat penyelesaian akuisisi Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang sudah dimulai pada tahun ini, dengan nilai sekitar Rp300 miliar, atau sebesar 15 persen dari dana belanja modal,” ujarnya, di Jakarta, Rabu (1/11).

Sementara itu, sebanyak 85 persen dari dana capex tahun 2018, lanjut Taufik, akan digunakan untuk pembangunan proyek-proyek PPRO yang sudah ada, termasuk hotel dan apartemen.

Untuk tahun 2017, PPRO menyiapkan anggaran belanja modal mencapai Rp3 triliun hingga Rp3,5 triliun untuk pembelian lahan. Adapun sumber pendanaan capex tahun ini selain berasal dari rights issue, juga bersumber dari MTN senilai Rp287 miliar yang diemisikan pada 2017. 

“PPRO terus memastikan agar pendanaan proyek dilakukan dengan struktur pendanaan yang tepat sasaran (asset-liabilities matching). Perencanaan yang teliti untuk hal ini akan meminimalkan risiko kredit sekaligus menurunkan beban pendanaan perusahaan,” jelas Taufik.

Taufik menambahkan, strategi lain yang dilakukan oleh manajemen PPRO dalam upaya pengelolaan  utang adalah pengelolaan proyek yang tepat waktu. Hari ini misalnya, Tower Mahakam di PP Properti Jababeka sudah topping off, lebih cepat dari perkiraan awal di Desember 2017. (far)

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%