Program Kemitraan Angkat Tembakau jadi Komoditas Andalan

Rabu, 01 November 2017 | 19:03
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
KOMODITAS ANDALAN: Petani sedang memanen tembakaunya. Foto: Jawa Pos

INDOPOS.CO.ID-PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) terus berupaya meningkatkan daya saing sektor agro industri nasional melalui program kemitraan. Program kemitraan yang dinamakan Integrated Production System atau Sistem Produksi Terpadu bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas tembakau di Indonesia sehingga para petani mendapatkan banyak manfaat dan keuntungan.

Siswanto, petani tembakau asal Dusun Bangkit, Kecamatan Eramoko, Kabupaten Wonogiri mengatakan, sebagai petani tembakau, dirinya merasakan banyak keuntungan setelah bergabung dalam program kemitraan yang dilaksanakan oleh Sampoerna melalui perusahaan pemasok tembakaunya.

“Saya sudah bermitra dengan Sampoerna kurang lebih sekitar 4 tahun. Banyak sekali manfaat positif yang saya rasakan. Melalui kemitraan, proses penanaman tembakau hingga panen menjadi lebih baik,” ungkap Siswanto saat menjadi salah satu narasumber dalam diskusi media dengan tema “Kemitraan Kunci Menuju Pasokan Tembakau Berkelanjutan di Indonesia” di Jakarta.

Menurut Siswanto, sebelum Sampoerna membawa program kemitraan ke daerahnya, tembakau bukan menjadi komoditi sektor pertanian yang penting dan diandalkan. Kini, tembakau menjadi salah satu komoditas yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

“Yang mendapatkan keuntungan di sini bukan hanya petani, tetapi masyarakat juga. Kami bisa merekrut tenaga kerja untuk membantu kegiatan petani tembakau,” jelasnya.

Siswanto mengatakan, program kemitraan memberikan ilmu dan pengetahuan bercocok tanam yang baik kepada para petani tembakau. Selain memberikan pendampingan untuk menghasilkan produksi tembakau yang berkualitas tinggi, Sampoerna melalui perusahaan pemasok tembakaunya juga menyerap seluruh hasil tembakau petani sehingga kesejahteraan hidup mereka meningkat.

Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno menyambut positif program kemitraan yang dijalankan oleh industri. “Program kemitraan membawa dampak positif bagi petani. Program ini bisa mempermudah akses petani kepada pasar dan ada jaminan petani tembakau terserap," katanya.

Soeseno mengatakan, masih banyak petani yang mengolah lahan tembakaunya secara tradisional. Mereka belum mendapatkan wawasan dalam penerapan teknologi. Padahal, teknologi dan cara bertani yang tepat mampu meningkatkan produksi tembakau. Oleh karena itu, pendampingan dari perusahaan mitra dibutuhkan. Ia berharap, program kemitraan ini bisa diperluas sehingga semakin banyak petani tembakau yang bergabung.

Program kemitraan ini pun sudah dijalankan di beberapa kota penghasil tembakau di Indonesia seperti di Jawa Timur yakni Madura, Jember, Bondowoso dan Lumajang serta wilayah sekitar Jawa Tengah yakni Rembang, Wonogiri, dan Purwodadi.

Leaf Agronomy Manager Sampoerna, Bakti Kurniawan, menjelaskan, kemitraan Sampoerna dengan petani merupakan langkah perusahaan untuk membantu mengatasi masalah kekurangan pasokan tembakau di dalam negeri. Program kemitraan memudahkan petani untuk menjual tembakaunya langsung ke pemasok sehingga dapat memperpendek rantai produksi. Tidak hanya itu, melalui kemitraan, petani diperkenalkan teknologi sehingga budidaya tembakau lebih efektif dan efisien.

“Kami memperkenalkan teknologi dan praktik terbaik di bidang pertanian. Misalnya, mulai dari teknik pembakaran dengan sistem rocket barn yang mampu menghemat konsumsi bahan bakar hingga 16 persen hingga alat aplikasi penghambat tunas yang mampu menghemat waktu pengerjaan hingga lebih dari 60 persen,” terangnya. (rmn)

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%