Kemenkop dan UKM Luncurkan Kampung UKM Digital

Kamis, 02 November 2017 | 15:16
Share this post :

INDOPOS.CO.ID - Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM merupakan program unggulan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM). Sebagai unggulan, program itu dibangun melalui kerja sama dengan pemerintah daerah (Pemda).

Program PLUT diluncurkan sejak 2013 silam. Hingga detik ini telah terealisasi sebanyak 51 unit. Itu terdiri dari 24 unit PLUT tingkat Provinsi dan 27 unit PLUT tingkat Kabupaten/Kota. ”PLUT KUMKM Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) baru diresmikan pada 25 Oktober 2017 dengan alokasi dana APBN Rp 3 miliar. Dukungan dana APBD tahun 2016 dan tahun 2017 sebesar Rp 2,1 miliar untuk pengadaan sarana perlengkapan dan konstruksi di luar gedung (pagar dan tanaman),” tutur Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kemenkop dan UKM, Abdul Kadir Damanik.

Damanik menjelaskan, PLUT KUMKM itu beroperasi sejak awal 2017 dengan sejumlah konsultan. Sejumlah kegiatan telah dilakukan tenaga konsultan macam koordinasi penyusunan program kerja, koordinasi penyusunan dan pelaksanaan program Wirausaha Pemula, identifikasi dan pendataan Koperasi dan UMKM menjadi sasaran program pendampingan, dan pelaksanaan program pendampingan kepada Koperasi dan UKM binaan PLUT KUMKM.

Diluncurkan juga Kampung UKM Digital hasil kerja bareng Kemenkop dan UKM dengan Telkom (TLKM). Kerja sama itu menempatkan program Kampung UKM Digital Telkom pada seluruh lokasi PLUT diprogramkan Kemenkop dan UKM. ”Kampung UKM Digital telah tersebar pada 28 PLUT KUMKM. Sisanya masih dalam proses pembangunan pada 16 PLUT KUMKM. Sedang sebanyak 5 PLUT masih terkendala jaringan internet,” ulas Damanik.

Penempatan Kampung UKM Digital pada lokasi PLUT supaya kegiatan pendampingan koperasi dan UMKM berbasis IT dan ekonomi digital. Perubahan global begitu cepat. Di mana, saat ini tengah terjadi proses pergeseran perniagaan dari offline ke online. Dari pada jauh-jauh berbelanja ke toko atau ke mall, sekarang sudah bisa pesan, bayar, dan masukin alamat melalui aplikasi. ”Tinggal tunggu,  barangnya diantar sampai rumah,” urai Damanik.

Karena itu, lanjut Damanik, koperasi dan UKM harus melihat perubahan. Dengan menjadikan e-commerce sebagai peluang harus diraih atau sebagai tantangan harus dihadapi. Tidak boleh sebaliknya, dijadikan sebagai hambatan atau penghalang untuk maju. Semua akan mengalami perubahan, baik usaha besar, menengah maupun mikro dan kecil.  UMK harus bisa menjadi bagian bisnis online. ”Tidak harus membangun sistem sendiri, tinggal mengikuti sistem bisnis online yang sudah ada,” tandasnya. (far)

Tentang Kampung UKM Digital:

  1. Hasil kerja bareng Kemenkop dan UKM dengan Telkom (TLKM).
  2. Ditempatkan pada pada seluruh lokasi program Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kemenkop dan UKM
  3. Tersebar pada 28 PLUT KUMKM. Sisanya masih dalam proses pembangunan pada 16 PLUT KUMKM. Sedang sebanyak 5 PLUT masih terkendala jaringan internet
  4. Penempatan pada lokasi PLUT untuk mendampingi perubahan koperasi dan UMKM berbasis IT dan ekonomi digital.
Wirausaha Pemula
magazine
Kerja Bersama
Call Center