BPD Maluku Malut Genjot Penyaluran Kredit Konsumtif

Selasa, 07 November 2017 | 17:41
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
TERBITKAN OBLIGASI : (ki-ka) Direktur Kepatuhan Bank BPD Maluku-Malut Izaac Thenu, Direktur Umum/Plt Dirut PT BPD Maluku Malut dan Direktur Pemasaran BPD Maluku Malut saat menunjukkan kain daerah seusai Investor Gathering di Jakarta (7/11). PT BAnk Pembangunan Daerah Maluku dan Malut akan melangsungkan penawaran umum Obligasi II Bank Maluku Malut tahun 2017 senilai Rp 500 miliar. FOTO : TONI SUHARTONO/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID-Bank Maluku dan Maluku Utara belum puas terhadap penyaluran kredit konsumtif. Padahal, porsi kredit multiguna itu mendominasi 80 persen. Namun, manajemen masih penasaran dan berimaji untuk menggenjot penyaluran kredit konsumtif tersebut.   

Nah, guna mendukung rencana itu, perusahan kembali menerbitkan surat utang sejumlah Rp 500 milar. Obligasi itu terdiri dari seri A bertenor 370 hari, seri B berdurasi 3 tahun dan seri C berjangka 5 tahun. Seri A dibanderol kupon 7,5-8,25 persen, seri B berbunga 8,5-9,25 persen dan seri C memiliki tingkat kupon 9-9,65 persen.

”Penerbitan obligsi itu untuk mengimbangi net interest margin (NIT) menjadi 8 persen atau di bawah 8 persen. Selain itu, juga dialokasikan pada kredit produktif di samping multiguna,” tutur Direktur Bank Maluku Malut, Aleta da Costa, di Jakarta, Selasa (7/11).

Aleta melanjutkan, hingga September 2017, outstanding kredit perusahaan mencapai Rp 3,75 triliun, sedang proyeksi akhir tahun ini hanya Rp 3,7 triliun. Kemudian, total pembiayaan hingga September 2017 sudah mencapai Rp 3,38 triliun. Penerbitan obligasi itu dilatari fokus kerja perusahaan sebagai pengelola kas daerah.

Di mana, komposisi kredit 80 persen didominasi konsumtif dan sisa 20 persen kredit produktif. Kredit konsumtif pada daerah Maluku dan Maluku Utara terus mengalami permintaan. Karena itu, penjaringan dana dari pasar modal terfokus pada penerbitan obligasi. ”Dengan begitu, kami belum ada rencana initial public offering (IPO). Kami fokus hanya pada penerbitan obligasi,” ulas Aleta.

Berdsar rencana, masa penawaran awal obligasi berlangsung pada 7-21 November 2017. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan oJK diharap meluncur pada 29 November 2017, dan penawaran umum bisa dilaksanakan pada 4-5 Desember 2017. Obligasi perusahaan telah mengantongi rating A dari Fitch Ratings Indonesia. Hingga akhir Juni 2017 total aset Bank Maluku Malut senilai Rp 6,95 triliun dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 19,53 persen. (far

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%