SNP Finance Go Digital

Selasa, 14 November 2017 | 19:10
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
GO DIGITAL: Didukung ribuan tenaga penjual dan 300 toko, SNP Finance Go Digital merupakan langkah konkret mendongkrak dan pengembangan layanan terhadap masyarakat. Foto: Jakfar Shadik/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID -Tren belanja melalui platform online diprediksi terus menanjak. Tahun depan, belanja melalui digital itu disebut-sebut bakal menyentuh level Rp 144 triliun. Dan, terdapat sedikitnya 24 juta pengguna internet aktif berbelanja melalui peranti digital.

Pertumbuhan technologi digital itu menuntut dunia retail finance khususnya consumer finance berbenah. Menyesuaikan diri dengan fakta lapangan dan semangat zaman kekinian. Sebab, kalau tidak, industri retail dalam bentuk dan jenis apapun akan ketinggalan kereta.

Nah, situasi dan kondisi itu, dijawab dengan apik oleh manajemen Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP) Finance. Reaksi itu ditunjukkan dengan meluncurkan layanan Go Digital dengan Technology Digital Scoring (EFL) dan Android Aps MyColumbia. Sistem itu menyuguhkan user experiences anyar, mudah dan praktis bagi siapa saja di mana saja dan kapan saja.

SNP Finance melihat tren teknologi telah memberi satu cara berbelanja baru bagi masyarakat melalui e-commerce dan marketplace, sosial media, terutama bagi generasi milenial. Melalui peningkatan layanan digital lewat teknologi digital scoring (EFL), proses pengajuan kredit diproses melalui  sistem psychometric, sosial media analysis dan metadata.”Dengan begitu, secara hasil lebih objektif dan sesuai dengan standard yang dibutuhkan,” tutur Chief Operating Officer Columbia, Darwin Leo di Jakarta, kemarin.

Selain itu bilang Darwin, proses persetujuan kredit secara digital melalui SNP Finance dapat dilakukan hanya dengan hitungan menit. Kondisi itu memungkinkan konsumen mengetahui hasil secara instan, langsung dilayar hand phone atau di layar komputer. Di samping Technology Digital Scoring (EFL), SNP Finance melalui Columbia Cash & Credit dengan jaringan penjualan elektronik dan furniture terbesar di indonesia Go Digital.

Didukung ribuan tenaga penjual dan 300 toko, SNP Finance Go Digital merupakan langkah konkret mendongkrak dan pengembangan layanan terhadap masyarakat. ”Kami yakin ini akan meningkatkan engagement terhadap konsumen dengan kemudahan-kemudahan hanya dalam genggaman tangan,” ulas Darwin.

Go Digital melalui teknlogi digital Scoring (EFL) dan aplikasi android MyColumbia merupakan wujud komitemn SNP Finance menghadirkan dan memperkuat pelayanan terbaik berbasis teknologi digital. Kehadiran layanan online itu, konsumen dan siapa pun bisa berinteraksi dan bertransaksi kapan dan di mana saja.

Aplikasi Android MyColumbia dipenuhi feature dan menu seperti mencari alamat toko Columbia secara akurat, informasi produk lengkap, link belanja online di toko online terlengkap dan terpercaya yaitumise.id dan shootyourdream.com. MyColumbia juga dapat memberi informasi pengumpulan jumlah point reward Columbia Star Club (CSC) kepada konsumen. MyColumbia sangat memudahkan konsumen SNP Finance untuk cek point reward dan tukar point dengan banyak pilihan produk hadiah menarik secara online pada websitewww.onehundred.co.id.

Melalui aplikasi mobile MyColumbia, konsumen dapat melihat status pengajuan kredit, dan informasi kredit macam informasi jatuh tempo pembayaran angsuran. MyColumbia Aps juga dapat mengingatkan tanggal jatuh tempo pembayaran angsuran, konsumen juga dapat menentukan waktu dan lokasi di mana lokasi dapat dikunjungi oleh team penagih SNP Finance sesuai batas waktu yang telah ditentukan.

Konsumen melalui MyColumbia juga bisa melakukan permintaan jasa service atau perbaikan terhadap produk yang dibeli dari Columbia termasuk bisa menentukan waktu dan tanggal untuk dikunjungi oleh teknisi Columbia. Aplikasi MyColumbia bukan hanya untuk konsumen SNP Finance, tetapi seluruh masyarakat Indonesia. Baik karyawan SNP Finance dan Columbia, khusus para sales Columbia bisa melihat langsung jumlah komisi hanya dengan 1 kali klik.

Selain itu, melalui MyColumbia siapapun dapat mencari dan menemukan lokasi toko Columbia terdekat melalui dukungan technology Google map. ”Pendeknya, kami ingin memanjakan konsumen dalam memperoleh, mengakses informasi lebih mudah, cepat dan efektif,” tukas Darwin.

Platform Digital Dongkrak Penjualan Menyusul langkah Go Digital itu, SNP Finance hingga penghujung tahun ini optimistis bisa menjaring penjualan 6-7 persen. Itu akan ditopang penjualan online yang ditarget bisa berkontribusi 10 persen sepanjang 3-6 bulan ke depan. ”Penjualan pada kuartal tiga tahun ini masih on track kurang lebih naik 5 persen,” tutur tutur Chief Operating Officer Columbia, Darwin Leo.

Darwin percaya sistem digital melalui MyColumbia Aps itu bakal berdampak signifikan. Pasalnya, dengan sistem terkeren itu, konsumen bukan sekadar dimanja. Lebih dari itu, lewat aplikasi itu, konsumen bisa memesan apa yang tidak tersedia dalam toko. Caranya, konsumen melalui aplikasi tinggal mengirim photo barang pesanan, lalu pihak toko akan mencari atau membeli dari toko lain. ”Ada fungsi kamera. Kita jual apa yang konsumen mau beli,” urai Darwin semangat.

Darwin tidak memungkiri saat ini infrastruktur masih menjadi kendala. Tetapi, untuk ke depan, ia percaya infrastruktur yang begitu masif saat ini, akan berdampak positif. Kondisi itu akan diikuti pemakaian internet melalui smartphone akan merata. ”Kombinasi membangun ekosistem untuk iklim digital,”ucapnya.

Saat ini bilang Darwin, penjualan masih didominasi offline. Barang-barang untuk offline meliputi lemari, furniture dan untuk online misalnya handphone. Sedangkan untuk elektronik tergolong masih fifty-fifty.”Penjualan itu kombinasi offline, online dan corporate sale,” imbuhnya.

Semnetara Direktur Keuangan & Risiko SNP Finance, Rudi Asnawi menambahkan barang elektronik mendominasi dengan 65-70 persen. Barang-barang elektronik itu macam TV LED, Lemas Es, mesin cuci, kulkas dan lain-lain. Sedang 30 persen sisanya khusus untuk perabot rumah seperti lemari dan semacamnya. ”Ritel tetap bergairah. Hanya terjadi perpindahan gaya berbelanja dari sistem offline pindah melalui sistem digital,” tegas Rudi.

Karena itu, Rudi percaya melalui ajang pesta diskon berlabel 11.11 dan 12.12 mendatang, penjualan akan terdongkrak. Paling tidak, hingga penghujung tahun ini, akan terjadi lonjakan antara 6-7 persen.”Ya, Desember nanti banyak momen dan akan memberi dampak positif,” jelasnya. (fol/far/atr)

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
100%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%