Oktober, Data Perdagangan Indonesia Oktober Menggembirakan

Jumat, 17 November 2017 | 07:52
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID-Optimisme terhadap ekonomi Indonesia sangat menguat pada hari Rabu dengan rilis surplus perdagangan sebesar USD0.9 miliar di bulan Oktober.

”Karena Indonesia mencatat surplus selama tiga bulan berturut-turut hingga Oktober, maka sentimen terhadap ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini akan semakin baik. Impor melampaui estimasi pasar dengan peningkatan sebesar 23.33 persen dan menyiratkan bahwa konsumen terus berbelanja dan ekspor terus meningkat di level 18.39 persen sehingga mendukung potensi pertumbuhan PDB,” kata Research Analyst FXTM Lukman Otunuga.

Lukman melihat, trader tampak tidak yakin apakah harus menyerang atau mendukung Pound pada hari Rabu setelah laporan pemerintah menunjukkan bahwa tingkat penduduk bekerja Inggris tetap stabil di level terendah 42 tahun sebesar 4.3 persen di antara bulan Juli dan September.

Rata-rata upah melampaui estimasi pasar dengan menguat 2.2 persen namun masih jauh di bawah tingkat inflasi umum yaitu 3 persen. Kombinasi yang tidak menggembirakan antara kenaikan inflasi dan lambatnya pertumbuhan upah memperlemah daya beli konsumen sehingga pertumbuhan ekonomi Inggris yang berbasis konsumen pun terancam terganggu.

Poin penting dari laporan tenaga kerja hari ini adalah penurunan lapangan kerja hingga 14 ribu yang di luar dugaan. Ini menyiratkan bahwa perlambatan momentum ekonomi mulai terefleksikan di pasar tenaga kerja. Positifnya, produktivitas meningkat ke 0.9 persen yang merupakan level terbaik sejak 2011.

”Reaksi Pound bervariasi terhadap laporan ini dengan harga berkisar di 1.3160 pada saat laporan ini dituliskan. Dari sisi teknis, 1.3150 adalah level penting yang dapat menjadi support atauresistance. Penurunan berkelanjutan di bawah 1.3150 dapat menyebabkan depresiasi lebih lanjut menuju 1.3050 kemudian 1.3000. Di skenario alternatif, breakout intraday di atas 1.3230 dapat membuka jalan menuju 1.3280,” katanya.

Lukman juga memperkirakan, perdagangan pekan ini mungkin tidak menggembirakan untuk Dolar karena ketidakpastian tentang proposal reformasi pajak sangat mengganggu nilai tukar mata uang ini.

Dolar merosot tajam pada hari Selasa karena isu bahwa pemangkasan pajak korporat AS dapat tertunda menjadi bukti sensitivitas Dolar terhadap ekspektasi proposal reformasi pajak AS. Bulls saat ini kekurangan inspirasi untuk bergerak, namun bisa mendapat motivasi Rabu ini apabila inflasi konsumen dan penjualan ritel AS melampaui ekspektasi. Peningkatan inflasi dan penjualan ritel dapat mengangkat optimisme terhadap ekonomi AS dan memperkuat Dolar.

”Dari sudut pandang teknis, Indeks Dolar tergelincir di hari Selasa menuju 93.80. Penurunan berkelanjutan di bawah support 94.00 dapat memicu penurunan lebih lanjut menuju 93.50. Dalam skenario alternatif, bulls perlu mendorong harga kembali melampaui 94.50 agar dapat kembali berkuasa,” katanya.

Emas menguat di hari Selasa karena Dolar AS yang rentan melemah dan pasar saham yang sedang lesu. Nuansa waspada karena ketidakpastian terkait prospek reformasi pajak AS dapat membuat investor kembali melirik aset safe haven dan mengangkat harga emas. Dari sudut pandang teknis, harga telah melampaui level resistance USD1280.

”Jika bulls dapat mempertahankan kendali di atas level ini, maka level target berikutnya adalah USD1289 dan USD1300. Sebaliknya, jika bulls gagal memegang kendali di atas USD1280 maka akan memicu penurunan menuju USD1267,” katanya. (wsa)

 

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%