Platform Penyedia Dana Segar Bidik Generasi Milenial

Selasa, 21 November 2017 | 14:56
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share

INDOPOS.CO.ID - Pelemahan ekonomi global berpengaruh besar menekan ekonomi nasional dua tahun terakhir. Kondisi itu membuat kalangan menengah atas menahan diri untuk membeli aset properti. Pengamat properti Panangian Simanungkalit menyebut kelesuan ekonomi membuat penjualan sektor  resindesial apartemen, rumah dan ruko turun. Meski begitu, tahun depan angka pertumbuhan bisa mencapai 10 persen. Itu dengan catatan pilkada serentak berjalan lancar.

Tidak disamgkal dampak pelambatan ekonomi membuat properti kosong alias tidak menghasilkan uang. Bahkan ada sejumlah daerah harga properti mengalami koreksi tajam. Misalnya, Gading, harga ruko Rp 18 miliar anjlok menjadi Rp 12 miliar. ”BSD, Alam Sutera dan Pantai Indah Kapuk (PIK) juga mengalami hal senada,” tegasnya.

Saat ini, tambah Panangian, properti bernilai di bawah Rp 1 miliar lebih diminati pasar khususnya milenial. Tahun ini, orientasi pengembang mengarah kepada pembangunan produk properti bisa dijangkau pangsa pasar kaum milenial. Apalagi, segmen itu berpotensi terus tumbuh hingga 10 tahun mendatang. ”Daya beli kelompok milenial didukung orang tua sudah mapan secara ekonomi. Kaum milenial membeli properti hanya berkisar Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar. Namun jumlah penduduk segmen generasi milenial terus bertambah secara signifikan. ”Bonus demografi itu berpengaruh terhadap industri,” ulasnya.

Anak-anak muda, tambahnya membeli properti lebih disebabkan karena kebutuhan dibanding investasi. “Biasanya, setelah memiliki rumah pertama, baru membeli rumah kedua sebagai aset tidak bergerak,” ucapnya.

Panangian menjelaskan pasar milenial merupakan potential market akan terus meningkat hingga mencapai puncak pada 2030. Bank-bank pemberi kredit perumahan saat ini telah membuka diri supaya bisa diakses generasi milenial. “Salah satu bank pemerintah telah serius menggarap kredit perumahan untuk segmen pasar kaum muda,” ungkapnya.

Saat ini kebutuhan mengakses lembaga keuangan dalam kepemilikan properti generasi milenial telah menjadi isu global. Di Indonesia, perusahaan rintisan digital Gradana.co.id menjadi solusi praktis bagi anak muda baru merintis karir dan ingin memiliki properti dengan cara relatif lebih terjangkau.

Menurut Komisaris Gradana Freenyan Liwang, platform itu merupakan online property fund mempertemukan pembeli rumah dengan investor penyedia dana segar. Skema pembiayaan memungkinkan pembeli dapat melakukan cicilan uang muka hingga 36 kali. “Pasar properti sangat dinamis dan tumbuh cepat. Segmen milenial menjadi angin segar bagi industri properti. Kami mencoba menghadirkan solusi itu melalui platform digital,” tegasnya.

Freenyan Liwang menambahkan, prinsip kerja Gradana seperti lembaga keuangan pada umumnya namun dengan konsep peer to peer (p2p) lending yang mempertemukan peminjam dan pemberi pinjaman. Salah satu keunggulan Gradana memungkinkan pemberi pinjaman memilih sendiri kepada siapa dana akan disalurkan. “Tidak perlu khawatir mengenai keamanan dana telah dipinjamkan. Kami memberikan sistem pemantauan sistematis dan jaminan agunan properti. Bagi investor, investasi pada platform itu menguntungkan dibanding bunga deposito dengan tingkat risiko rendah,” ulasnya.

Sebagai bentuk keseriusan dalam memberikan jaminan keamanan berinvestasi, Gradana telah terdaftar secara resmi di Kementerian Komunikasi dan Informasi dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Kami memberikan solusi sekaligus keamanan dalam bertransaksi. Kami terus mengedukasi masyarakat kalau era digital ini ada solusi praktis dalam memiliki properti melalui platform Gradana,” ungkapnya. (far)

Proyeksi Bisnis Gradana.co.id:

  1. Membidik pasar generasi milenial yang dipandang pasar potensial hingga mencapai puncak pada 2030.
  2. Memberi akses lembaga keuangan dalam kepemilikan properti generasi milenial.
  3. Memberi solusi praktis bagi anak muda baru merintis karir dan ingin memiliki properti dengan cara relatif lebih terjangkau.
  4. Online property fund yang mempertemukan pembeli rumah dengan investor penyedia dana segar.
  5. Skema pembiayaan memungkinkan pembeli dapat melakukan cicilan uang muka hingga 36 kali.
  6. Memakai konsep peer to peer (p2p) lending yang mempertemukan peminjam dan pemberi pinjaman.
  7. Pemberi pinjaman memilih sendiri kepada siapa dana akan disalurkan.
  8. Menggunakan sistem pemantauan sistematis dan jaminan agunan properti.
  9. Bagi investor, investasi pada platform itu menguntungkan dibanding bunga deposito dengan tingkat risiko rendah.
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%