Indeks Harga Saham Gabungan Stabil, Rupiah Menguat

Selasa, 21 November 2017 | 16:38
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
DOLAR: Petugas sedang menghitung dolar. Foto: TONI SUHARTONO/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID-Research Analyst FXTM Lukman Otunuga mengatakan, saham Asia tertekan di hari Senin karena investor waspada sehubungan dengan kegelisahan seputar reformasi pajak AS. Kewaspadaan pasar ini tidak terlalu memengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan yang menguat 0.03 persen dan ditutup di 6053.282.

Walaupun ketidakpastian reformasi pajak AS dan risiko politik di Eropa dapat mengikis selera risiko dan memperlemah saham global, namun IHSG dapat terbantu oleh membaiknya sentimen terhadap Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan berkembang 5.1 persen di 2017 dan 5.3 persen di 2018 sehingga prospek umum terhadap Indonesia tetap menjanjikan dan dapat meningkatkan selera risiko investor.

”Terkait prospek forex, Rupiah tetap tangguh menghadapi Dolar AS di hari Senin. USDIDR diperdagangkan menuju 13515 pada saat laporan ini dituliskan. Karena Dolar tertekan oleh situasi reformasi pajak AS, trader teknikal akan memantau apakah harga dapat bergerak menuju 13550,” kata Lukman Otunuga.

Pasar mungkin mengalami volatilitas pada pekan ini saat para pejabat penting bank sentral seperti Gubernur ECB Mario Draghi, Gubernur Bank of England Carney, dan Ketua Dewan Gubernur Janet Yellen menjadi sorotan.

Draghi akan memberi testimoni tentang ekonomi dan kebijakan moneter di hadapan Parlemen Eropa di Brussels pada hari Senin sedangkan Mark Carney akan memberi testimoni tentang inflasi dan prospek ekonomi di hadapan Komite Keuangan Inggris Raya pada hari Selasa.

”Janet Yellen juga dijadwalkan untuk mengikuti diskusi panel di New York pekan ini dan investor akan mencari isyarat tentang kebijakan moneter dari Yellen,” katanya.

Euro rentan merosot tajam pada hari Senin setelah Kanselir Jerman Angela Merkel gagal membentuk pemerintahan baru pada Minggu malam. Perkembangan ini memperburuk kegelisahan terkait ketidakstabilan politik di ekonomi terbesar Eropa ini dan memicu spekulasi pemilu baru sehingga Euro dapat semakin terpukul.

”Walaupun fundamental makro Eropa yang menggembirakan dapat memberi dukungan terhadap Euro di jangka panjang, namun risiko politik dapat memicu aksi jual lebih lanjut di jangka pendek,” katanya.

Dari aspek teknis, EURUSD tetap bearish di bawah 1.1850. Breakdown dan penutupan harian tegas di bawah 1.1730 dapat menyebabkan depresiasi lebih lanjut menuju 1.1680 kemudian 1.1600.

Pound stabil terhadap Dolar... tapi untuk berapa lama? 

Ada kecurigaan bahwa apresiasi tajam Pound pada Jumat pekan lalu bukan didasari oleh perubahan sentimen terhadap mata uang ini, melainkan karena Dolar melemah. Sesi trading ini mungkin akan mengalami volatilitas untuk Pound karena jadwal dengar pendapat parlementer terkait laporan inflasi, Pernyataan Proyeksi Musim Gugur, dan rilis kedua PDB kuartal ketiga.

Inflasi masih berkisar di level tertinggi untuk lebih dari lima tahun yaitu 3 persen sehingga pendapat Carney dalam dengar pendapat laporan inflasi di hari Selasa ini akan menarik untuk kita cermati. Sehubungan dengan rilis data PDB pekan ini, Pound dapat semakin tergelincir apabila PDB gagal mencapai estimasi pasar.

”Dari sisi teknis, GBPUSD mencapai di atas 1.3230 pekan lalu karena Dolar melemah. Bulls dapat menargetkan 1.3300 apabila harga dapat bertahan di atas 1.3150. Sebaliknya, penurunan berkelanjutan di bawah 1.3230 dapat mendorong depresiasi lebih lanjut menuju 1.3150,” katanya. (wsa)
 

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%