Indeks Gagal Masuk Zona Hijau

Senin, 27 November 2017 | 21:58
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyudahi perdagangan di zona merah. Fluktuatif sejak sesi pertama, Indeks tidak kuat bertahan di teritori positif. Untungnya, Indeks masih bisa bertahan di level psikologis 6.000.

Mengekor Indeks, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) juga tidak berkutik. Berdasar kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah ditransaksikan Rp 13.511 per USD, terdefresiasi dibanding akhir pekan lalu di kisaran Rp 13.506 per USD.

Indeks ditutup melemah tipis 2,55 poin (0,04 persen) ke posisi 6.064. Indeks LQ45 naik tipis 0,952 poin (0,09 persen) menjadi 1.019,658. Posisi tertinggi Indeks berada di level 6.072 dan terendah 6.035. Koreksi Indeks ditingkahi perosotan 6 sektor saham. Saham sektor industri dasar anjlok 2,63 persen. Sebanyak 151 saham menguat, 214 saham melemah dan 109 saham stagnan.

Perdagangan berlangsung moderat dengan frekuensi pada 343.254 kali transaksi sebanyak 9,7 miliar lembar saham senilai Rp 7 triliun. Di tengah koreksi itu, pemodal manca melakukan aksi beli bersih senilai Rp 245 miliar. ”Tak asing tidak terlalu agresif melepas saham. Kalau aksi jual mendekati level psikologis di kisaran Rp 500 miliar, baru khawatir,” tukas Kepala Riset Universal Broker Wahju Satrio Utomo.

Satrio tidak mengkhawatirkan transaksi investor asing. Ia mengaku lebih cemas dengan harga nikel. Di mana, banderol nikel telah mengakhiri teknikal rebound dalam seminggu. Kalau koreksi harga nikel tembus USD 11.300, potensial menuju level psikologis USD 10 ribu. ”Karena itu, lebih baik hindari saham metal,” ucap Satrio.

Saham-saham masuk jajaran top gainers antara lain Unilever Indonesia (UNVR) surplus 600 poin menjadi Rp 50.400, Bank Central Asia (BBCA) naik 300 poin ke posisi Rp 21.300, Bank Mega (MEGA) menanjak 230 poin ke level Rp 2.930 dan Mitra Adiperkasa (MAPI) naik 225 poin menjadi Rp 6.500.

Saham-saham masuk barisan top losers meliputi Indah Kiat (INKP) minus 805 poin ke posisi Rp 4.870, Indocement Tunggal (INTP) amblas 800 poin menjadi Rp 18.500, Pabrik Kertas Tjiwi (TKIM) melepuh 560 poin ke level Rp 2.990 dan Asuransi Ramayana (ASRM) anjlok 550 poin menjadi Rp 1.850.

Sementara bursa Asia sore kompak bergerak negatif. Indeks Nikkei 225 melemah 54,859 poin (0,24 persen) menjadi 22.495,990. Indeks Hang Seng turun 180,131 poin (0,60 persen) ke posisi 29.686,189. Indeks Komposit Shanghai defisit 31,590 poin (0,94 persen) ke level 3.322,230. Indeks Straits Times tekor 5,790 poin (0,17 persen) menjadi 3.436,360. (far)

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%