Hasil Suvei, Keagenan Keuangan Berkembang Pesat

Senin, 04 Desember 2017 | 18:46
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
SAMPAIKAN: Direktur MicroSave Indonesia Geace Retnowati bersama Direktur pengembangan keuangan Inklusif ORI Eko Ariantoro.

INDOPOS.CO.ID - Microsave kembali merilis hasil temuan survei akselerasi jaringan keagenan di Indonesia. Survei yang dilakukan lembaga konsultan keuangan inklusif ini, melibatkan 1.300 agen jasa digital, laku pandai atau Layanan Keuangan Digital (LKD).

Dari hasil survei terjadi perkembangan cukup pesat pada jumlah agen. Namun, jumlah tersebut masih didominasi pemain besar seperti BRI sebesar 51 persen, BTPN sebesar 29 persen. Dua bank ini menguasai 80 persen pangsa pasar rekening yang ada.

Kondisi tersebut tak jauh berbeda dengan sejumlah negara di Asia seperti, Pakistan dan Bangladesh. Itu berdasarkan, transaksi pengiriman uang, pembayaran tagihan merupakan produk jangkar dari jasa keuangan di Indonesia.

Strategi keuangan inklusif nasional Indonesia memiliki visi meningkatkan akses orang dewasa ke rekening bank dari tahun 2014 sebesar 36 persen menjadi 75 persen pada 2019 mendatang.

Direktur MicroSave Indonesia Grece Retnowati, menyoroti secara signifikansi dari survei. Agen merupakan tulang punggung dari keuangan inklusif digital sehingga sangat penting untuk membangun dan mendukung jaringan keagenan yang berkelanjutan.

“Kami percaya bahwa hasil temuan dari survei ini akan membantu para pembuat kebijakan dan para penyedia jasa keuangan digital untuk mengidentifikasi celah dan kelemahan yang ada dengan menggunakan bukti yang terukur, sehingga membantu katalisasi jaringan keagenan di Indonesia,” ucap Retnowati.

Sementara, Direktur Pengembangan Keuangan Inklusif dari Otoritas Jasa Keuangan Ariantoro, memberikan apresiasi terhadap survei Jaringan Keagenan yang telah dilakukan oleh Helix Institut Digital Finance.

"Ini adalah survei pertama tentang Jaringan Keagenan Indonesia yang dapat wawasan terkait bisnis keagenan. Saya berharap perbankan dan pihak lainnya yang terkait yang dapat memanfaatkan hasil survei ini semaksimal mungkin untuk mengembangkan bisnis keagenan yang berkelanjutan,” katanya Ariantoro.

Menurutnya, jaringan keagenan di Indonesia masih tergolong baru, namun sangat optimistik. Dengan tantangan geografis yang tersebar secara kepulauan, dalam tiga tahun para penyedia jasa keuangan digital telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam membangun jaringan outlet-outlet agen yang ekstensif hampir di seluruh daerah di Indonesia.

“Kepemilikan yang tinggi dari telepon pintar (smartphone) dan digital, ditambah dengan penawaran beragam serta dorongan terkini untuk mendigitisasi pembayaran bantuan sosial, jaringan keagenan di Indonesia telah menempati peran penting dalam meningkatkan inklusif keuangan digital,” pungkasnya. (akz)

Editor : Ali Rahman
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%