Vape Menjadi Industri Kreatif yang Mensupport Hasil Perkebunan

Senin, 04 Desember 2017 | 18:30
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share

INDOPOS.CO.ID - Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI)  adalah Asosiasi yang berbadan hukum resmi tercatat sejak tahun 2013. APVI didirikan dengan salah satu tujuannya yaitu mengembangkan dan meciptakan iklim yang kondusif bagi industri vape yang bermuara melegalkan vape di Indonesia.

Dalam event Jakarta Vape Project 2017, sejumlah narasumber yang kompeten  hadir dan menjabarkan sejumlah benefit yang bisa didapatkan negara, dari segi keuangan dan kesehatan. Dari segi kesehatan, mereka juga menjelaskan bahwa terdapat beberapa hasil penelitian di luar negeri yang tentunya dapat di pertanggung jawabkan telah disampaikan ke publik dunia. Salah satunya adalah hasil penelitian yang dinyatakan oleh Public Health of England (PHE), yang myatakan bahwa “Vape 95% lebih aman, sehat dibandingkan dengan rokok yang di bakar'

Kepala Humas APVI Romedal mengatakan, dari segi keuangan vape akan menjadi industri kreatif yang mensupport hasil perkebunan dari semua lini. Terhitung estimasi jumlah pedagang vape di Indonesia mencapai 3.500 penjual.

APVI menaungi semua kalangan pelaku industri, mulai dari produsen, distributor, pedagang, sampai ke pengguna yang tergabung dalam komunitas yang tersebar di seluruh Indonesia. sedikitnya sudah ada 3.500 toko vape yang ada di dalam negeri sebagai konsekuensi dari bisnis vape yang sedang tumbuh. Pada 2017, bisnis vape atau rokok elektrik terus berkembang. Di Jakarta sedikitnya diperkirakan ada 40.000 pengguna vape. Konsumsi cairan vape saat ini juga sudah menembus 40.000 botol per bulan.

3500 ini apabila kita asumsikan memiliki masing-masing 3 orang pekerja saja maka sudah membuat 10.000 lapangan pekerjaan baru. Selain itu penjualan liquid ini memicu potensi omset Indonesia mencapai 4-5 triliun pertahun, kata Rhomedal dalam event Jakarta Vape Project 2017, di Jakarta Minggu (3/12/2017)

Bahwa Industri ini patut mendapat perhatian dan perlindungan Pemerintah karena ini adalah Industri Kreatif dan kebanyakan dari pelakunya adalah orang orang muda Indonesia. Dari sudut pandang ini, sejujurnya apabila pemerintah meregulasi dan mensupport dengan tepat perkembangannya, tentu akan menjadi sumber pemasukan negara yang sangat potensial di masa depan. 

Asumsi bahwa liquid vape mengandung zat kimia berbahaya, ternyata juga merupakan sebuah kekeliruan. Liquid vaping dibuat dengan bahan dasar Propelyne Glycol (PG) dan Vegetable Glycerin (VG). PG dapat anda temukan dalam mayoritas bahan obat dan makanan yang biasa kita konsumsi sehari-hari. Dan VG terbuat dari bahan dasar kelapa sawit.. Kandungan nikotin dalam liquid vaping juga bersifat opsional, dan tentunya nikotin juga merupakan bentuk satuan baru yang kita dapatkan dari hasil perkebunan, sebut saja kentang, terong, bunga matahari, tembakau, dan beberapa hasil alam lainnya.  (*)

 

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%