Kemasan Makanan dari Polistirena Lebih Tahan Lama untuk Lingkungan

Rabu, 06 Desember 2017 | 14:35
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share

INDOPOS.CO.ID - Pada 2016, banyak isu yang beredar di masyarakat mengenai kemasan makanan dari polistirena atyau busa yang dipandang berbahaya bagi lingkungan karena bahan kandungannya. Kemasan tersebut terdiri dari 5-10 persen  plastik yang membutuhkan waktu ribuan tahun untuk terdegradasi secara alamiah.

Hal ini pun menimbulkan adanya permintaan masyarakat untuk mengganti kemasan makanan berbahan polistirena ke bahan alternatif lain seperti kertas dan jagung. Namun, benarkah kemasan tersebut lebih ramah lingkungan? Ternyata tidak! Dosen ITB dan juga tenaga ahli dari LAPI ITB Ir Akhmad Zainal Abidin, M.Sc, Ph.D, membagikan pengetahuannya tentang mana bahan kemasan makanan yang lebih baik dampaknya bagi lingkungan jika dilihat dari proses keseluruhan.

“Yang pertama yang harus diketahui adalah polistirena busa merupakan zat organik. Unsur yang membentuk polistirena busa adalah karbon, oksigen, dan hidrogen. Komposisi plastik di dalam kemasan makanan polistirena hanya sebesar 5-10 persen, selebihnya adalah udara.” Katanya dalam sebuah Roadshow mengenai Pengenalan Polistirena untuk mahasiswa di kampus Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya.

Isu polistirena sempat naik ketika terjadi banjir di Bandung tahun lalu. Banyak kemasan makanan polistirena yang terlihat mengapung di atas banjir tersebut. “Justru karena kemasan polistirena mengapung, ia tidak menyebabkan banjir. Karena 95 persen terbuat dari udara, kemasan ini tidak bisa tenggelam dan menyumbat saluran.” kata Zainal.

“Yang menyebabkan banjir adalah managemen sampah yang tidak baik yang menyumbat saluran-saluran pembuangan. Sampah-sampah berat yang tidak dikeruk, seperti logam bahkan kayu membuat saluran semakin dangkal dan bahkan menyumbat. Ini adalah temuan yang kami dapat saat melakukan survei sampah di lebih dari 10 sungai-sungai besar di Jakarta.”

Pembuatan produk dari polistirena busa mengonsumsi energi jauh lebih hemat dibandingkan produk alternatif lain. Bahan ini 50 persen  lebih hemat energi jika dibandingkan kemasan berbahan kertas yang dilapisi lilin dan 30 persen  lebih hemat energi jika dibandingkan pembungkus makanan dari PLA (berbahan mentah jagung). Selain itu, produk yang dibuat dari polistirena busa menggunakan air jauh lebih sedikit dibandingkan sejumlah alternatif lain - empat kali lebih sedikit dibandingkan pembungkus makanan dari PLA.

Dapat Didaur Ulang Secara Maksimal (5R)

“Ketika berbicara tentang ramah lingkungan, kita tidak boleh hanya menilai dari bahan mana yang paling gampang terurai oleh alam. Sebagai manusia, kita harus bertanggung jawab terhadap sampah yang kita hasilkan. Jangan hanya menyerahkannya kepada alam.” kata Zainal.

Ia pun menambahkan bahwa kemasan makanan kertas berlapis plastik akan mahal sekali jika didaur ulang. Proses pemisahan lapisan plastik dan kertas akan memakan biaya yang sangat mahal, padahal produsen kertas cenderung tidak mau memakai sampah kertas untuk membuat produk baru. “Jadi, setiap kali ada produksi kemasan makanan kertas, artinya semakin banyak pohon yang harus ditebang.” tambahnya. (*)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%