Bursa Sajadah, Ingin Lebarkan Sayap ke Luar Jawa

Kamis, 07 Desember 2017 | 11:35
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
SUKSES: CEO Bursa Sajadah Aarti Jaya, Heera SKV, di salah satu outletnya. Bursa Sajadah adalah toko yang menyediakan peralatan dan perlengkapan umrah dah haji dan juga oleh-olehnya. Foto: Dewi Maryani/INDOPOS.CO.ID

INDOPOS.CO.ID - Mayoritas penduduk muslim menciptakan peluang bisnis untuk perlengkapan dan peralatan untuk Haji dan Umrah yang cukup besar di Indonesia. Hal ini pulalah yang dilihat oleh Bursa Sajadah, yang menjual aneka kebutuhan peralatan dan perlengkapan hingga souvenir dan oleh-oleh khas Haji dan Umrah. ''Pada dasarnya, Bursa Sajadah adalah toko yang menyediakan peralatan dan perlengkapan umrah dah haji dan juga oleh-olehnya,'' ujar CEO Bursa Sajadah Aarti Jaya, Heera SKV,  ketika ditemui INDOPOS di outletnya di kawasan Tebet, Jakarta, Rabu (6/12)

Heera menjelaskan, Bursa Sajadah berdiri tahun 2000 di Bandung. ''Toko pertama kita di Bandung, setelah itu kota berkembang Alhamdulillah sudah punya sembilan outlet yang ada di delapan kota. Yaitu dua di Bandung, Jakarta, BSD, Bogor, Bekasi, Solo, Malang dan Surabaya,'' kata jebolan Certified Financial Planner lulusan Curtin University of Technology Australia itu.

Masih di pulau Jawa, Dia ingin melebarkan sayapnya ke luar Jawa. ''Kalau di luar Jawa pengen ya. Sebenarnya kita ingin berekspansi sejauh mungkin. Tapi untuk menuju ke arah sana juga butuh persiapan yang lebih matang.  Bicara soal pasar, wanita berambut pendek ini mengatakan, bahwa pasarnya akan selalu ada. ''InsyaAllah selama Kabah masih berdiri, InsyaAllah masih ada peminat untuk beli oleh-oleh haji,'' ungkapnya.

Apalagi, lanjutnya, masyarakat Indonesia punya kebiasaan selalu membawa buah tangan setelah bepergian. Termasuk saat umrah atau haji. ''Di Indonesia ini Alhamdulillah mempunyai budaya memberi yang luar biasa. Jadi pada saat pulang Umrah atau Haji selalu memberikan buah tangan ke tetangganya, ke kerabatnya, ke koleganya. Sebetulnya poin kita mendirikan Bursa Sajadah ini, adalah ingin memberikan kemudahan kepada jamaah haji. Karena kalau mereka belanja disana terbentur batasan kuota barang. Bawa-bawa barang dari Saudi kan nggak gampang ya, jadi kita memfasilitasi jamaah, mempermudah jamaah agar mereka bisa mendapatkan barang itu disini. Sehingga mereka bisa tetap bagi oleh-olehnya dari yang beli disini. Jadi disana bisa fokus pada ibadah,'' katanya.

Lantas apa bedanya dengan toko oleh-oleh haji dan umrah lainnya? ''Yang ingin kami angkat adalah one stop shopping. Pada dasarnya kami selalu ingin memberikan yang terbaik untuk kostumer. Dari sisi produk, pelayanan, dan sisi kenyamanan. Jadi mungkin saat ini kebanyakan beli oleh-olehnya kan biasanya ke Tanah Abang, atau Mangga Dua, mereka harus mencari kurma di satu kios, nanti cari sajadah jalan lagi ke kios lain, lalu mencari pernah pernik lainnya di tempat lain lagi. Nah, kita ingin memberikan kemudahan pada kostumer kita, datang ke satu tempat, dengan parkir yang nyaman, tinggal masuk nggak perlu cari parkir yang muter-muter, tinggal masuk kesini dan bisa mereka dapatkan semuanya disini. Mereka sudah dapatkan sajadah, makanan seperti kurma, kacang, arab, pistachio, bisa dapetin pernak-pernik juga diaini. Jadi lebih menghemat waktu untuk mereka,'' jelasnya.

Di sini memang banyak macamnya, setidaknya ada 8 ribu item ada disini. ''Kita fokusnya makanan sebagai oleh-oleh haji, sajadah juga. Ada juga souvenir seperti boneka unta, gantungan kunci. Lalu ada jiga divisi fesyen termasuk ada kerudung didalamnya, ada pashmina,'' tandasnya.

Mereka juga punya home brand sendiri yakni Sykava dan skv. ''Kita fokusnya baju putih. Karena kebiasaannya pada saat haji atau unrah mengenakan pakaian putih,'' tandasnya.  Ya, oleh-oleh haji memang bermacam-macam mulai dari makanan, sajadah, pernah pernik hingga souvenir. Bahkan abaya atau baju atau kerudung dan pashmina.

Aneka sajadah dan karpet yang terbuat dari bahan-bahan yang berkualitas lengkap disajikan. Berbagai corak dan warna, berbagai ukuran di mulai dari ukuran sujud, small, tanggung, sampai sajadah roll untuk di mesjid tersedia di sini. Salah satu oleh-oleh haji yang paling lengkap yang tersedia adalah berbagai jenis kurma seperti kurma Nabi/Ajwa, Meddjool, Safawi, Khudori, Salabi, Sayer, Naghal, dll. Selain kurma juga tersedia buah-buah kering seperti apricot dan buah tin. Ada pula berbagai macam produk kacang khas Arab seperti kacang Arab/cheakpeas, kacang pistachio, kacang almond, kacang Macadamia, serta berbagai cemilan khas Timur Tengah seperti Turkish Delight, Date Ma’moul, CoklatBatu, dll. Tidak hanya oleh-oleh berbentuk makanan saja, mereka juga menyediakan parfum khas Middle East yaitu Al Haramain, Al Rehab.

Selain impor dari negara asalalnya, pihaknya juga banyak menggandeng usaha kecil dan menengah (UKM). ''Kita banyak menggandeng UKM. Banyak produk kita bekerjasama dengan UKM. Seperti baju, kerudung. Kita juga ingin memajukan UKM di Indonesia. Banyaknya sih dari Bandung ya, karena kantor pusat kita di Bandung,'' tuturnya.

Untuk harga, kendati harga yang tertera adalah harga eceran, namun pihaknya memberi harga khusus bagi mereka yang membeli secara grosir. ''Kita juga menyediakan buat para reseller,'' ujarnya. Tak hanya berjualan secara offline, pihaknya juga menjual secara online. Sejak 2015 Bursa Sajadah membuka toko online ''Kita juga mengikuti perkembangan zaman. Kita juga harus berinovasi juga ya, jadi dua tahun lalu kita mulai start punya web ecommercenya di bursasajadah.com. itu menjual barang-barang yang exactly the same dengan toko offline tapi kita punya tim sendiri yang yang mengelola itu,'' tukasnya.

Mereka juga bergabung di marketplace seperti Tokopedia, lazada, zalora, dan blibli.com. Dan juga dengan Gojek lewat go-mart. Di Desember ini, mereka menggelar diskon hingga 70 persen untuk baju koko, 30 persen untuk atasan atau tunik muslimah, 40 persen untuk baju muslimah dan aneka jilbab, 50 persen untuk buku bacaan, 50 persen untuk beberapa jenis kurma dan buy one get one untuk atasan tunik wanita, dan harga khusus untuk peci haji yakni Rp 80 ribu/ lusin. (dew)

Penulis : Dewi Maryani Editor : Muhammad Izzul Mutho
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%