Jangan Terlambat, Indonesia Harus Siap Hadapi Bonus Demografi 2030

Kamis, 07 Desember 2017 | 21:41
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Meski ekonomi Indonesia tumbuh 5.06 persen, ternyata daya beli masyarakatnya masih menurun. Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga masih kalah dari Filipina dan Vietnam. 

"Jika ingin mengetahui daya beli masyarakat itu simpel. Dengan melihat makronya, di mana ada uang untuk membeli barang," ujar Bhima Yhudistira Adhinegara, dari Ekonomi INDEF, pada diskusi di Perbanas Institute, Kamis (7/12).

Banyaknya pendapat mengenai masih membaiknya daya beli masyarakat selama ini merupakan anggapan yang salah. Jika melihat dari data BPS dan Kementerian, sejak 2014 daya beli masyarakat Indonesia telah menurun. Melihat pertumbuhan ekonomi yang hanya 5 persen tersebut, sudah sepatutnya pemerintah menghawatirkan hal ini. 

Selain itu, Indonesia harus siap menghadapi bonus demografi pada 2030 mendatang. Namun hal ini akan sulit dicapai Indonesia jika masih banyak masyarakatnya yang belanja di luar negeri. Pasalnya, dari kegemaran masyarakat belanja ke luar negeri ini, beberapa perusahaan ritel dalam negeri mati suri. 

"Jadi jangan bangga dulu dengan pertumbuhan ekonomi yang baru mencapai 5 persen itu. Kalau tidak cepat menyadari daya beli yang lesu tersebut, bisa jadi pada 2030 bukannya bonus, tapi Indonesia akan dihadapi dengan bencana demografi," tutur pria berkacamata bundar itu. 

Perekonomian Indonesia tubuh dari beberapa sektor andalan, di antaranya pertanian dan industri. Begitu juga dengan swasembada pangan yang gencar dilakukan. Namun, pada 2016 pemerintah masih melakukan impor beras. Hal inilah yang disayangkan Bhima. Lantaran pemerintah masih nyaman dengan pertumbuhan ekonomi yang terbilang kecil tersebut. 

"Jadi jangan kira daya beli masyarakat Indonesia baik-baik saja. Pemerintah juga harus sadar akan hal ini. Masih banyak yang harus diperhatikan," terangnya. (nik)

Editor : Redjo Prahananda
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%